Ada dinding pemisah
Antara manusia dan kemuliaan
Jika tidak mampu mengubah
Dapat menimbulkan persoalan
“Membenarkan yang biasa,
bukan membiasakan yang benar”
Hidup dalam lingkaran rutinitas
di mana salah dianggap pantas
Batinnya tahu
Tapi hanya diam
Dengan mengangguk setuju
Sambil berpura-pura paham
Dalam dua wajah itu
Perlahan nurani jadi buntu
Tak mampu membedakan
Antara kesalahan dan kebenaran
Ada dinding pemisah
Yang diciptakan sendiri
dirawat dengan kebiasaan
dengan menutupi kejujuran
Bicara tentang cahaya,
namun takut membuka jendela,
Karena di balik tirai kebiasaan,
ada wajah yang penuh kepalsuan
Malang, 24 Oktober 2025
Salam sehat,
M. Sinal