Oleh Ayik Heriansyah
Pengurus Lembaga Dakwah PWNU Jawa Barat
Esensi dari khidmah wathaniyah adalah mengembalikan rakyat sebagai pusat pelayanan negara. Sebuah konsep besar yang bukan sekadar jargon politik, melainkan sebuah amanah spiritual dan sosial.
Di tengah dinamika politik yang seringkali berfokus pada perebutan kekuasaan, NU mengingatkan kita pada esensi pelayanan yang sejati: mengembalikan rakyat sebagai subjek utama, bukan objek dari kebijakan atau kepentingan elit.
Dalam pandangan NU, kedaulatan sejati berasal dari Tuhan, dan rakyat adalah pemegang amanah-Nya. Hal ini mengingatkan bahwa pelayanan publik seharusnya berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas, bukan pada kepentingan segelintir elit pejabat pemerintahan.
Lahir dari rahim pesantren, NU tumbuh sebagai institusi yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kearifan lokal. Pesantren, dengan semangat pengasuhan kiai kepada santri dan kesetaraan di antara para santri, menjadi miniatur masyarakat harmonis yang mampu menyeimbangkan stratifikasi sosial.
Sebagai jangkar sosial, NU tidak hanya berperan sebagai penyeimbang, tetapi juga katalisator perubahan. Dalam sejarah, NU telah membuktikan diri sebagai benteng terakhir yang menjaga stabilitas dan keutuhan bangsa di tengah ancaman globalisasi dan radikalisme.
Konsep khidmah wathaniyah adalah wujud nyata komitmen NU untuk melayani masyarakat dengan pendekatan kenabian (prophetik). Mengutip hadis bahwa ulama adalah pewaris nabi, NU memikul tanggung jawab sosial dan spiritual dalam mengurus urusan umat (siyasah).
NU menjalankan peran ini di berbagai tingkatan, dari pesantren hingga negara, tanpa harus memegang kekuasaan formal. Fakta sejarah mencatat, banyak nabi yang menjalankan tugasnya tanpa jabatan politik, membuktikan bahwa pelayanan sejati tidak terikat pada kekuasaan formal.
Khidmah wathaniyah adalah manifestasi dari ideologi Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah) yang relevan dengan dinamika zaman. Etos khidmah ini tidak pernah luntur, dari era kolonial hingga era digital, karena NU memahami bahwa pelayanan ini adalah amanah ilahiah, bukan sekadar urusan jabatan atau kekuasaan.
Harapannya, dengan istikamah dalam khidmah wathaniyah, NU terus menjaga kedaulatan rakyat sampai titik darah penghabisan di tengah kehidupan masyarakat yang makin timpang hingga hampir masuk jurang.