(Nyanyian buat Bang Yayak)
Antara manisnya menjilat
dan pahitnya menjabat
Ternyata hanyalah sesaat
Bila tak disertai amanat
Manisnya tak pernah abadi
Seperti karamel di cangkir kopi
Bak kopi susu kekinian
Yang menawarkan minuman instan
Menjilat, seolah bukan perilaku memalukan
Justru menjelma menjadi kebanggaan
Rela menggosok punggung atasan
Agar cepat melompat ke kursi kekuasaan
Padahal kekuasaan yang sehat
Hanya tumbuh dari amanat rakyat
Bukan dari pikiran yang sariawan
Terasa perih untuk bicara kejujuran
Kekuasaan tanpa amanat
Ibarat kopi tanpa biji
Hanya air berwarna pekat
Tidak ada rasa sama sekali
Lidah teramat licin
Dalam menutupi kejahatan
Dan membuat orang lain yakin
Bahwa dirinya tidak sariawan kekuasaan
Malang, 22 Agustus 2025
Salam sehat,
M. Sinal