Kemerdekaan yang dibayar dengan darah
Yang dulu berwajah gagah
Kini tidak lagi indah
Seperti tertulis di buku sejarah
Di etalase pasar kekuasaan
Kemerdekaan dibungkus rapi
Pita merah putih sebagai hiasan
Tapi isinya janji yang tak ditepati
Di tangan generasi pewaris
Harga kemerdekaan turun drastis:
Satu potong kemerdekaan
Untuk izin menebang hutan
Dua potong kemerdekaan
Menutup mata atas ketidakadilan
Rakyat hanya menjadi penonton
Dengan tepuk tangan yang dibeli kiloan
Penderitaan mereka dijadikan alasan
Hanya semata-mata menaikkan anggaran
Yang mau hak rakyat
Beli satu, gratis dua
Yang penting ada kata sepakat
Dan bisa dibayar kapan saja
Kemerdekaan bukan lagi hak segala bangsa
Tapi sarana bagi mereka yang serakah
Di bibir terucap cita-cita kemerdekaan
Namun di hati hanya ada kalkulator keuntungan
Malang, 15 Agustus 2025
Salam sehat,
M. Sinal