Manusia berebut benar di jalan-Nya,
Mereka berseru atas nama-Nya,
Namun lidahnya menghunus luka,
Sikapnya tak menunduk pada kasih-Nya
Kebenaran seolah-olah milik mereka,
yang paling keras suaranya
Yang paling sering menghina,
dan paling lihai membuka aib saudaranya
Ya Rabb
Apa gunanya benar,
bila tak menyisakan ruang untuk kebaikan?
Apa makna benar,
bila membuat kita menjauh dari persaudaraan?
Hamba tak ingin benar,
yang menjauhkan dari manfaat
Hamba rindu benar,
yang Kau isi dengan rahmat
Ajari kami, ya Rabb,
Bahwa kebenaran yang tak dibasuh kasih,
Adalah bara yang membakar bukan menerangi
Bahwa lidah yang tak mengenal kasih,
Akan membuat ruh buta arah pulang kembali
Hamba tak ingin menjadi hakim bagi sesama,
Cukuplah menjadi hamba yang berguna
Bukan berebut benar,
tanpa menyisakan ruang untuk kebaikan
Bukan merasa paling benar,
yang selalu butuh pengakuan
Malang, 11 Juli 2025
Salam sehat,
M. Sinal