life-style

Mutiara Pagi: Bumi Tak Angkuh (Bagian 1888)

Selasa, 1 Juli 2025 | 05:26 WIB
Ilustrasi Bumi Lancang Kuning (pixabay.com)

Meski terinjak kaki
Bumi tak pernah marah
Tidak angkuh dalam melayani
Walau sering terluka parah

Tidak pernah bercerita
Siapa yang menyakiti
Meski sejumlah luka
Yang sering dialami

Peminta dan penguasa
Dilayani tanpa beda
Bahkan bunga dan duri
Dibiarkan tetap bersemi

Sementara tangan manusia
Ada yang tega mengotorinya
Diam-diam membuat keputusan
Ditulis dengan tinta kepentingan

Padahal hanya menumpang hidup
Di antara napas daun-daun
Keangkuhannya tak pernah redup
Seperti warisan yang turun temurun

Kata-katanya seperti puisi
Yang tak pernah selesai ditulis
Namun kosong tak berisi
Kecuali sikap angkuh dan sinis

Malang, 1 Juli 2025
Salam sehar,

M. Sinal

Tags

Terkini

Mutiara Pagi: Nilai Persahabatan (Bagian 2275)

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:57 WIB

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB