b. *Ciri Fisik*
Tubuh menjadi lemah, mudah lelah, atau sering sakit. Dalam hadits disebutkan:
إِنَّ لِبَدَنِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
"Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atas dirimu." (HR. Bukhari dan Muslim)
c. *Ciri Spiritual*
Jauh dari Allah: Stres sering muncul ketika manusia lupa bahwa segala sesuatu berada di bawah kendali Allah.
Lalai dalam ibadah: Ibadah menjadi tidak khusyuk atau terabaikan.
3. *Penyebab Stres dalam Islam*
Islam mengidentifikasi beberapa penyebab stres yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah, diri sendiri, dan orang lain:
a. *Kurangnya Keimanan*
Kurangnya keyakinan bahwa Allah memiliki rencana terbaik sering menjadi penyebab utama stres. Allah berfirman:
وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ
"Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya." (QS. At-Taghabun: 11)
b. *Tuntutan Duniawi yang Berlebihan*
Kesibukan mengejar duniawi tanpa memperhatikan akhirat dapat menyebabkan tekanan. Rasulullah bersabda:
مَن كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ ٱللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ
"Barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kefakiran selalu ada di depan matanya." (HR. Tirmidzi)
c. *Masalah Sosial atau Ekonomi*
Kemiskinan, hutang, dan konflik keluarga sering menjadi pemicu stres. Rasulullah mengajarkan doa untuk mengatasi hal ini:
ٱللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ ٱلْهَمِّ وَٱلْحُزْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ ٱلْعَجْزِ وَٱلْكَسَلِ
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kekhawatiran, dari kelemahan dan kemalasan." (HR. Abu Dawud)
4. *Efek Stres dalam Perspektif Islam*