Mengenang Mohammad Tabrani Soerjowitjirto
Di kota ini ia dilahirkan
Di Pulau Madura, bernama Pamekasan
Seorang pemuda cerdas
Yang memiliki pandangan luas
Di balik identitas kedaerahan
Ia mengerti pentingnya persatuan
Sehingga sejumlah keanekaragaman
Akhirnya dapat dipersatukan
Layaknya seorang pejuang
Ia akan selalu dikenang
Meski tidak melawan secara fisik
Namun meninggalkan warisan yang terbaik
Warisan berharga berupa bahasa
Bahasa Indonesia kebanggaan kita
Dengan pena ia gelorakan kebangsaan
Sejumlah media adalah senjata perjuangan
Untuk membangun kesadaran masyarakat
Agar menjadi bangsa yang bermartabat
Layaknya seorang pahlawan
Kesetiaannya tak perlu diragukan
Meski tak gugur di medan perang
Tetesan tintanya berharga sampai sekarang
Sayyidina Ali pernah berkata:
_setetes tinta dari seorang ulama,_
_sama nilainya dengan setetes darah_
_yang mengalir dari seorang syuhada_
_yang gugur di medan perang_
Pamekasan, 7 Desember 2024
Salam Sehat,
M. Sinal