Bahkan dengan tegas Allah menyampaikan: “tiada paksaan dalam (menerima) agama” (Al-Baqarah: 256).
Pada ayat lain Allah bahkan secara khusus mengingatkan RasulNya: “sesungguhnya engkau tidak akan mampu memberikan petunjuk kepada siapa yang engkau cintai. Tapi Allah memberikan hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki” (Al-Qashas: 56).
Lalu jika hidayah al-irsyad itu hanya bersifat “informasi”, penyampaian (tablig) atau ajakan (Dakwah), kapan seseorang menemukan hidayahnya? (Bersambung)
Jamaica City, 25 Agustus 2024
*Presiden Nusantara Foundation