Mereka lupa,
di balik setiap senyuman
ada air mata mengalir dalam sepi
Di balik setiap kekecewaan
Ada luka yang tergores dalam hati
Di sudut dunia yang semakin haus
Nilai kemanusiaan mulai tergerus
Terpana oleh gemerlap kehidupan
Oleh gambar-gambar kesempurnaan
Sehingga mereka lupa
Mengurusi dirinya sendiri
Tetapi tidak pernah lupa
Kekurangan orang lain yang dicari
Seolah kejayaan seperti matahari
Yang terbit tanpa diminta
Menghangatkan siapa pun yang berdiri
Datang tiba-tiba tanpa harus usaha
Mereka lupa,
Bahwa sukses bukanlah hadiah
Yang seketika jatuh dari langit
Tetapi perjuangan tak kenal lelah
Ketika menghadapi masa-masa sulit
Digali dari tanah keras kenyataan
Ditempa oleh bara kesulitan
Bukan keberuntungan semata
Yang datang begitu saja
Karena tak satu pun karya hebat
Terlahir dari orang yang suka menyacat
Tapi dibangun dari keringat
Sembari menunggu takdir merapat
Malang, 10 Februari 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Artikel Terkait
Komitmen Bersama Serap Gabah dan Beras
Kisah Penyelundupan Nikel dan Terbongkarnya Cara Main Jokowi
Penundaan Bantuan Pangan/Beras
Budaya Indonesia Hadir di Jeddah Arab Saudi
Membersamai Wakil Ketua LD PBNU, Komitmen PAC GP Ansor Karangtengah Cianjur Kawal Kiai
Mutiara Pagi: Suara Pers (Bagian 1767)
MA YAPISNA Gelar PKKM: Evaluasi dan Pengembangan Madrasah Jadi Fokus Utama
Piring Kembar
9 Tahun Odesa Indonesia
Wujudkan Organisasi Inklusif, PMII STAI Al-Azhary Bahas Study Gender dalam Follow Up Mapaba