JournalNusantara.com - Peluncuran Rudal yang diduga buatan Rusia dilaporkan menghantam sebuah situs di Polandia sekitar 15 mil dari perbatasan Ukraina.
Sontak saja insiden peluncuran tersebut memicu reaksi sejumlah negara-negara NATO.
“Kami telah melihat laporan ini dari Polandia dan sedang bekerja dengan pemerintah Polandia dan mitra NATO kami untuk mengumpulkan lebih banyak informasi,” kata Patel pada konferensi pers.
“Kami tidak dapat mengkonfirmasi laporan atau detail apa pun saat ini,” imbuhnya seperti Dikutip dari Sewaktu.com bersumber dari CNN, Rabu (16/11/2022),
Amerika Serikat (AS), yang merupakanpemimpin NATO, belum bisa memastikan apakah rudal yang menghantam wilayah Polandia itu berasal dari Rusia.
Sebelumnya, Associated Press mengutip seorang pejabat senior intelijen AS mengatakan bahwa rudal Rusia telah memasuki wilayah Polandia.
Berdasarkan informasi dari seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan mereka tidak dapat memastikan bahwa Polandia telah terkena roket atau rudal.
Namun, pihaknya dan sejumlah para pejabat AS sekarang mencoba mencari tahu apa yang terjadi.
Dalam pernyataan konferensi pers Wakil kepala juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel mengonfirmasi bahwa AS tidak dapat mengkonfirmasi laporan bahwa rudal tersebut menghantam wilayah Polandia dan menewaskan dua orang.
“Belasungkawa untuk saudara seperjuangan Polandia kami. Rezim kriminal Rusia menembakkan rudal yang menargetkan tidak hanya warga sipil Ukraina tetapi juga mendarat di wilayah NATO di Polandia. Latvia sepenuhnya mendukung teman-teman Polandia dan mengutuk kejahatan ini,” tulis Artis Pabriks, Menteri Pertahanan Latvia.
Baca Juga: Wanita Asal Cimahi Diamankan Polda Bali, Saat Rombongan Presiden AS Lintasi Simpang Peminge
Kementrian Luar Negeri Estonia pun ikut angkat bicara soal kejadian ini.