Journalnusantara.com - Indonesia menjadi tuan rumah peserta negara KTT G20 sejak tanggal 10 November sampai 18 November 2022.
Negara-negara G20 berasal dari benua Asia, Eropa, Afrika, Australia, dan Amerika.
Saat seluruh tamu undangan telah tiba di Bali, Indonesia, mereka langsung mengikuti acara.
Salah satunya adalah acara jamuan makan malam yang dimeriahkan dengan gelaran tarian tradisional.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa hal. Salah satunya adalah mengenai filosofi Patung Garuda Wisnu Kencana.
Jokowi mengatakan bahwa pelataran patung Garuda Wisnu Kencana Bali begitu hidup dan meriah tadi malam.
Di sanalah jamuan santap malam digelar untuk para pemimpin negara-negara G20, organisasi internasional, dan undangan lainnya yang hadir mengikuti KTT G20 di Bali.
"Saya dan Ibu Negara menyambut tamu-tamu terhormat yang datang dan langsung berfoto bersama dengan latar megah Garuda Wisnu Kencana," ucapnya.
Baca Juga: KTT G20 di Bali, Presiden Jokowi Ungkap Pentingnya Persatuan dan Kesatuan Hadapi Permasalahan Global
Menurutnya, dalam mitologi Bali, patung ini menggambarkan cinta, tanggung jawab, keberanian, dan pengabdian. Ini adalah tugas kita terhadap dunia dan kemanusiaan, sejalan dengan tujuan G20.
"Sajian kuliner dari berbagai daerah Nusantara, beragam penampilan budaya, juga atraksi 200 penari di atas panggung, serta pertunjukan empat babak bertajuk "Recover Together, Recover Stronger" mengisi suguhan untuk tamu-tamu penting itu," katanya.
"Sajian dan pertunjukan dari Indonesia di GWK semalam mengingatkan semua pihak untuk mulai berpegangan tangan bersama, hidup rukun, dan menyebarkan kebahagiaan," tandasnya.
Baca Juga: Miris, Guru Pukul Guru Terjadi di Cianjur, Korban Alami Luka di Wajah, Mediasi Telah Diupayakan