"Pementasan Tari Bali dan Wayang Kulit Bali sangat menarik dan dibawakan dengan penuh semangat. Saya sangat menikmatinya" ungkap Walikota Nagafuji.
Walikota juga memuji keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Puncak G-20 di Bali, serta berharap Jepang juga dapat melakukan hal yang sama saat Pertemuan Puncak G7 mendatang di Jepang.
Ketua DPRD Sakai menyatakan bahwa acara budaya ini luar biasa “shubarasi”, demikian ungkat Bapak Urayama.
Sebagai informasi, Kota Sakai adalah kota terbesar kedua di Prefektur Osaka, setelah Kota Osaka, dengan jumlah penduduk lebih dari 800 ribu jiwa.
Kota Sakai merupakan kota pelabuhan besar di Teluk Osaka yang memiliki sejarah ribuan tahun, dan kini menjadi lokasi dari banyak industri tekstil dan logam.
Kota ini juga terkenal dengan kerajinan pisau dan industri sepeda. Shimano, produsen terkenal berbagai perlengkapan sepeda, memiliki markas besar di Kota Sakai. Kota Sakai juga berfungsi sebagai kota penyangga bagi Kota Osaka.
Dengan kondisi tersebut, sudah tentu Kota Sakai memainkan peranan penting sebagai mitra dan sahabat dekat Indonesia dan KJRI dalam mempromosikan Indonesia.
Sepanjang tahun 2023, KJRI Osaka akan terus mendukung kerja sama dengan mitra-mitra di wilayah kerja KJRI untuk mensukseskan tahun perayaan hubungan diplomatik RI – Jepang yang ke-65.
Baca Juga: Blackpink Gelar Konser di GBK Jakarta