Alhamdulillah siang tadi sempat bincang-bincang dengan Wakil Menteri Luar Negeri yang khusus membidangi Dunia Islam, Anis Matta. Bincang santai sambil ngeteh mengulas soal dakwah di dunia Islam dan kondisi umat di negera-negara mayoritas muslim.
Isu terkini ialah soal situasi politik di Suriah yang diambil alih kekuasaannya oleh para pemberontak. Kekuasaan Bashar Al-Asad tunbang dan kini negara itu tak menentu di tengah situasi politik tetangganya yang sedang berkecamuk, yaitu Palestina dan Israel.
Banyak faksi yang tergabung dalam kelompok pemberontak itu sehingga masing-masing mengklaim kemenangannya.
Dunia Islam di Timur Tengah dan Afrika seperti Sudan juga sedang goncang dan tak menentu, maka harus melihat kekuatan umat di Asia, khususnya Asia Tenggara.
Sebab jumlah umat Islam di Asia tenggara besar, yaitu 280-an juta dan mayoritas di Indonesia. Ini potensi besar, karena ber-Islamnya berbasis budaya Melayu. Indonesia perlu mengambil insiasi membangun soliditas umata
Majelis Ulama Indonesia, bidang Dakwah telah menginisiasi pembentukan Forum Internasional Da’i se Asia Tenggara (International Forum for Da’i Southeast Asia/ الملتقى الدولي لدعاة جنوب شرق آسيا) pad 26 Juli Lalu. Ada tiga hal yang diperjuangkan dalam forum itu, yaitu:
1. Membangun persatuan yang solid antara pendakwah dan ulama se-Asia Tenggara
2. Menyatukan langkah dan harmonisasi dakwah para da’i se-Asia Tenggara
3. Mengarusutamakan dakwah wasathiyatul Islam di Asia Tenggara dan dunia
Keunikan Islam di Asia Tenggara itu karena menyatunya Islam dengan budaya, sehingga beragama menjadi mudah dan mengakomudasi kearifan lokal. Kita bangun kekuatan umat Islam dunia dari kawasan Asean. Bismillah
Ttd Cholil Nafis