internasional

Amerika Itu Negara Para Pendatang!

Kamis, 14 November 2024 | 06:48 WIB
Kunci jawaban IPS kelas 9 halaman 36: Peta Amerika Serikat beserta dataran tinggi dan dataran rendahnya

Kenyataannya persepsi itu kurang tepat. Bahwa Amerika memiliki peluang ekonomi, pendidikan yang baik, jaminan kesehatan yang baik, dan lain-lain benar. Namun lebih dari semua itu, dengan melihat latar belakang para imigran yang datang ke negara ini umumnya bukan sekedar karena peluang-peluang itu. Tapi ada tujuan yang lebih penting dan mendasar. Mereka memimpikan kebebasan dan keadilan yang semua. Dan Amerika menjanjikan itu.

Barangkali semua imigran yang datang ke negara ini, termasuk yang berkulit putih dari Eropa, datang karena mencari kebebasan dan keadilan yang kerap tidak didapatkan di bagian dunia lainnya. Mereka hadir di negara ini mencari secercah harapan dan impian itu.

Mungkin kita mengecualikan Columbus yang memang datang ke “pulau baru” (new land yang belakangan bernama Amerika) bersama kekuatan penjajah Eropa ke Amerika karena faktor-faktor material dan ekspansi kekuasaan.

Selain dari Columbus, semua datang melarikan diri ke Amerika karena dipaksa oleh kekerasan dan peperangan di negara asal mereka. Atau sebaliknya karena memang melihat bahwa Amerika itu memiliki nilai-nilai tinggi dalam kebebasan dan keadilan untuk semua.

Kebebasan dan keadilan untuk semua itulah yang dikenal dengan "American values" bahkan menjadi nilai-nilai Universal atau Universal values. Tidak jarang Amerika dan sekutunya (khususnya negara-negara Eropa) menjadikan nilai-nilai itu sebagai alasan untuk terlibat dalam urusan global bahkan urusan negara lain.

Dengan kata lain para imigran dari dulu hingga saat inipun datang ke Amerika karena melihat peluang untuk ikut menikmati nilai-nilai universal yang dijunjung tinggi Amerika itu. Mereka melarikan diri dari daerah-daerah konflik atau dari negara-negara yang memang dikuasai oleh penguasa diktator. Sehingga kedatangan mereka ke Amerika memang mencari “American Dreams” seperti kebebasan, keadilan, kesetaraan, toleransi, dan peluang untuk mendapatkan kebahagiaan (pursuit of happiness).

Dengan terpilihnya Donald Trump (atau siapa saja dalam hal ini), lalu menjadikan imigran sebagai musuh yang harus dimarjinalkan menandakan bahwa Trump dan siapa saja yang berkuasa di negara ini buta sejarah dan tidak memahami nilai-nilai yang menjadi impian semua pendatang itu. Jika kemenangan Donald Trump justeru melahirkan prilaku diskriminatif, perlakuan semena-mena, dan bahkan mempersulit dan berencana mengusir kaum imigran dimaknai jika Amerika telah kehilangan jati dirinya. Baik sebagai negara imigran dan juga sebagai negara dengan impian (nilai-nilai) tadi.

Perlakuan kepada imigran dengan cara-cara yang paradoksikal dengan "American Values" (freedom dan justice for all) itu hanya akan semakin menjadikan negara ini berwajah buruk di dunia internasional. Dengan berbagai kebijakan luar negeri Amarika yang selama ini memang sudah buruk, perang Irak, bantuan militer untuk penjajah Israel, dan banyak lagi, akan semakin menjadikan Amerika semakin berwajah buru, bahkan kehilangan penghormatan (respect) dan simpati dari dunia internasional.

Harapannya, dengan terpilihnya Donald Trump pada priode kedua ini dengan dukungan besar dari immigrant dan minoritas harusnya menjadi lebih bijak dan sadar akan siapa bangsa Amerika dan nilai-nilai yang dibanggakannya. Pernyataan-pernyataan apalagi kebijakan-kebijakan yang anti minoritas dan imigran, termasuk anti Muslim justeru merusak bahkan membahayakan bagi Amerika sendiri.

Semoga Trump lebih baik dan bijak di periode kedua ini. Harapan itu ada. Walaupun terasa sangat kecil. Tapi kita diingatkan: لا تقنطوا من رحمة الله… “jangan pernah putus ada dari kasih sayang Allah”. InsyaAllah!

NYC Subway, 13 Nopember 2024

* Presiden Nusantara Foundation

Halaman:

Tags

Terkini

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB

Tangan Tetap di Pelatuk, Memaksa Zionis Tunduk

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:30 WIB

Delegasi Pesantren Al Masykuriyyah di Uzbekistan

Minggu, 28 September 2025 | 17:48 WIB