internasional

Ijtihad Politik Komunitas Muslim dan Pilpres Amerika

Senin, 21 Oktober 2024 | 13:57 WIB
Donald Trump dan Joe Biden kembali bertarung untuk Pilpres Amerika Serikat 2024. (YouTube)

Secara khusus kebijakan dalam negeri Donald Trump akan sangat berat bagi Komunitas Muslim. Selain karena karakter pribadi yang ugal-ugalan, berbicara tanpa memkirkan konsekwensi, bahkan pernah mengeluarkan keputusan Presiden (Presidential decree) melarang orang-orang Islam masuk Amerika. Dimulai dari 6 negara tapi bertujuan untuk memperlakukannya bagi semua negara-negara mayoritas Muslim lainnya. Juga disadari bahwa Donald Trump memang adalah representasi dari “white Supremacy” atau “white nationalist” Yang sangat anti non white.

Kesimpulannya Donald Trump adalah sebagai sosok kandidat rasis yang anti imigran dan non white. Hal ini menjadi lebih runyam lagi karena masyarakat Muslim di Amerika dipersepsikan oleh mereka yang white supremacist sebagai bagian dari Komunitas imigran dan non white. Sehingga ketidak senangan kepada komunitas Muslim berlipat ganda; imigran, non white, dan pastinya Islamnya yang masih ditakuti (Phobia).

Inilah beberapa pertimbangan yang diambil secara serius oleh komunitas Muslim dalam menentukan pilihannya. Sehingga pada akhirnya pada lazimnya di pilpres manapun, termasuk Indonesia, ijtihad politik yang sungguh-sungguh diperlukan. Dan sebagaimana tabiatnya pada setiap ijtihad akan ada perbedaan-perbedaan pendapat. Termasuk adanya perbedaan pendapat masyarakat Muslim dalam menentukan pilihan Presiden di Amerika.

Apapun itu dan siapapun pilihannya pada akhirnya yang terpilih, bukan sesuatu yang terlalu mengkhawatirkan. Selain pilpres memang pesta rutinitas empat tahunan di Amerika (Indonesia lima tahun). Juga di Amerika siapapun yang terpilih tidak terlalu menentukan Wajah kehidupan publik. Hal itu karena instisilah yang mewarnai kehidupan publik dan bernegara. Negara tidak lagi ditentukan oleh segelintir elit-elit politik seperti di negara lain.

Tapi sekiranya saya ditanya akan memilih yang mana; Kamala Harris atau Donald Trump? Jawaban saya Kamala Harris. Argumentasi saya sederhana. Dia bukan kandidat yang ideal dalam pandangan saya. Tapi secara domestik saya akan memiliki ruang yang lebih luas untuk meneruskan gerakan perubahan dan transformasi ke arah Amerika yang lebih baik. InsyaAllah!

Udara MKSR-JKT, 21 Oktober 2024

Diaspora Indonesia di Kota New York

Halaman:

Tags

Terkini

Langkah Spiritual dan Fisik Menuju Baitullah

Kamis, 9 April 2026 | 16:31 WIB

Misi Penjaga Perdamaian Dunia Kontingen Garuda

Minggu, 5 April 2026 | 20:47 WIB

Tetap Jaga Jarak

Jumat, 6 Maret 2026 | 14:57 WIB

Variasi Durasi Puasa di Berbagai Belahan Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 | 04:46 WIB

Setiap Serangan Israel ke Iran, Selalu Dibayar Lunas

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:22 WIB

AS Tangkap Presiden Venezuela Maduro, Besok Siapa?

Senin, 5 Januari 2026 | 05:59 WIB

Indonesia Jd Pemimpin IG Terbesar di ASEAN

Senin, 8 Desember 2025 | 21:33 WIB

Zohran Mamdani, Syiahkah?

Minggu, 9 November 2025 | 19:59 WIB

Tangan Tetap di Pelatuk, Memaksa Zionis Tunduk

Jumat, 10 Oktober 2025 | 07:30 WIB

Delegasi Pesantren Al Masykuriyyah di Uzbekistan

Minggu, 28 September 2025 | 17:48 WIB