Journalnusantara.com, Kairo - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat menjalin kerja sama penguatan dakwah dengan Grand Syekh Al-Azhar Mesir.
"Walhamdulillah, saya sempat melakukan pertemuan khusus dengan pemimpin tertinggi Institusi Al-Azhar Kairo Mesir, Grand Syekh Prof Ahmed Thayeb," kata Ketua MUI, KH Cholil Nafis, Selasa (12/06/2024).
Pertemuan yang berlangsung di Masyaikhah al-Azhar, Distrik Darasa Kairo Mesir itu berlangsung dengan suasana keakraban. Dalam lawatannya Kiai Cholil didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo, DR Abdul Mutaali.
Melalui kunjungan tersebut, ia menyampaikan beberapa hal kepada Grand Syekh Al-Azhar. Yaitu soal kondisi umat Islam global dengan berbagai persoalannya dan kerangka untuk memajukan umat. Indonesia dengan jumlah muslim yang besar mempunyai potensi besar untuk memajukan peradaban umat.
"Lebih lanjut, saya menyampaikan keinginan MUI untuk menjalin kerja sama intens dengan Al-Azhar. Salah satunya adalah pelatihan dai dan mufti secara berkala," ujarnya.
Keinginan tersebut pun disambut baik Grand Syekh Al-Azhar, Prof Ahmed Tayeb. Dia menyatakan Al-Azhar terbuka dengan kerja sama tersebut. Ia meminta agar MUI segara berkirim surat sebagai tindak lanjut keseriusan rencana tersebut.
"Dalam kesempatan ini pula, Grand Syekh menyampaikan dua pesan berharga untuk umat Islam, yaitu agar menekuni ilmu dan mengimbanginya dengan amal. Dia menekankan pentingnya ilmu dalam sendi-sendi bermasyarakat dan bernegara," imbuhnya.
Kendati demikian, dia menggaris bawahi pula ilmu saja tak cukup tetapi harus disertai dengan amal. Amal ini tidak bisa dilepaskan dari jati diri seorang mukmin (surat Maryam 96). Di akhir pesannya, Grand Syekh mengajak umat Islam untuk bersatu dan mengesampingkan perbedaan.
“Jaga selalu kerukunan baik dengan umat seagama atau eksternal umat beragama, saya kagum dengan toleransi yang ada di Indonesia,” ujar dia.
"Pada akhir pertemuan, saya memberikan buku terbaru berbahasa Arab kepada Syekh Al-Azhar. Buku itu mengulas tentang dakwah, perkembangan Islam di Indonesia dan Pancasila perspektif Islam," tukasnya.