Teuku Rezasyah juga menyarankan agar ke depan Prabowo Subianto aktif dalam forum-forum internasional, baik itu KTT hingga kegiatan PBB untuk menghalangi kekuatan, baik itu kekuatan keamanan maupun penguatan ekonomi.
“Untuk itu saya pikir Pak Prabowo hendaknya banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan multilateral, misalnya di KTT beliau harus datang. Kalau Pak Jokowi kemarin banyak pilih-pilih kan dan pak Jokowi tidak membuka diri untuk konferensi pers, saya berharap Pak Prabowo ini datang ke kegiatan multilateral bahkan kegiatan PBB,” harapnya.
“Beliau harus hadir, kalau perlu di dalam sidang majelis umum beliau hadir menggalang banyak koalisi moral, koalisi ekonomi politik dengan negara-negara lain kalau perlu dalam sidang majelis umum, kan banyak juga pemimpin yang hadir. Jadi dengan demikian beliau bisa menggalang solidaritas dengan negara-negara PBB dan OKI karena konferensi Asia Afrika ini hampir 70 tahun harusnya terobosan dari seseorang yang karismatik, Pak Prabowo ini ideologis,” tutupnya.
Diketahui, penghargaan Zayed Medal itu diberikan atas ketulusan upaya Prabowo yang mempererat hubungan dua negara.
"Yang Mulia Syeikh Muhammad bin Zayed Al Nahyan menganugerahkan 'Zayed Medal' kepada Yang Mulia Prabowo Subianto," tulis Kantor Berita Resmi UAE, Wakalat Anba'a al Emarat (WAM), dikutip Kamis (15/5).
Berdasarkan pantauan di Wikipedia, Prabowo menjadi satu-satunya pemimpin Indonesia yang menjadi penerima Zayed Medal, menandai sejarah baru bagi RI.
Berikut adalah daftar pemimpin dunia yang menjadi penerima Zayed Medal dari masa ke masa:
1. Kaisar Jepang Naruhito
2. Sepp Blatter
3. Mantan Presiden Senegal, Abdoulaye Wade
4. Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani
5. Raja Bahrain, Hamad bin Isa Al Khalifa
6. Mantan Emir Kuwait, Sheikh Sabah Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabahl
7. Mantan Presiden Pakitan, Pervez Musharraf
8. Emir Kuwait, Sheikh Nawaf Al-Ahmad Al-Jaber Al-Sabah