Journalnusantara.com - Dunia pendidikan kembali digegerkan dengan kasus pemerkosaan yang terjadi di lembaga pendidikan.
Adalah Kepala Sekolah Madrasah berinisial MS di Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) kini harus berurusan dengan hukum.
Pria 42 tahun itu ditangkap polisi lantaran telah melakukan pemerkosaan terhadap salah seorang siswi.
Reskrim Polres Tana Toraja AKP Sayid Ahmad mengatakan, pelaku telah nekat melakukan aksi bejatnya itu dengan mengajak korban di ruangan kerjanya di kantor sekolah.
"Pelaku yang sebagai Kepsek Madrasah melakukan pemerkosaan ke siswinya berinisial WR (15) di sekolah itu," kata Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP Sayid Ahmad, Senin 6 Februari 2023.
Baca Juga: Peringatan HPN, PWI Cianjur Gelar Berbagai Kegiatan
Sayid menjelaskan, pelaku nekat melakukan pemerkosaan kepada siswinya pada Rabu 1 Februari 2023 sekitar pukul 18.00 WITA.
Saat itu, korban tengah dalam perjalanan menuju ke rumah neneknya. Namun, saat dalam perjalanan motor korban mogok ditambah hujan yang deras sehingga membuat korban berteduh.
Di saat bersamaan, pelaku ternyata masih ada di sekolah kemudian melihat korban sendirian lalu mengajaknya masuk ke ruangan kantor sekolah.
Di situ, korban pun langsung dipaksa berhubungan intim dengan pelaku laiknya suami istri.
Jadi awalnya korban saat itu sudah pulang sekolah. Tapi korban ini sudah dari rumah mau menuju rumah neneknya, terus tiba-tiba motornya mogok dan hujan deras jadi berteduh di sekolah itu.
"Nah, tak lama berselang pelaku melihat korban akhirnya diajaklah ke ruangan kantor sekolah, di sana pelaku langsung melakukan tindakan pemerkosaan terhadap korban," ungkapnya.
Baca Juga: Gila! Tak Puas di Ranjang, Kebiasaan Aneh Ibu Muda Jambi Akhirnya Terbongkar
Setelah kejadian itu, kata Sayid, korban pulang ke rumahnya tapi tidak langsung menceritakan kejadian itu kepada keluarganya. Ulah bejat Kepsek itu nanti terungkap, saat ayah korban melihat ada perubahan sifat yang dialami putrinya itu. Sang ayah melihat putrinya lebih banyak berdiam dan melamun. Saat itu juga sang ayah mengintrogasi korban.