JournalNusantara.com - Daun kelor atau memiliki nama latin Moringa oleifera, termasuk dalam jenis tanaman tropis yang banyak digunakan sebagai obat herbal atau obat tradisional.
Jenis tanaman ini sendiri sangat mudah dikenali dari ukuran daunnya yang kecil.
Tidak hanya itu saja, pohon kelor juga sangat mudah bertumbuh pada tanah yang bisa dikatakan tidak terlalu subur.
Jika dilihat dari fungsinya secara tradisional, daun kelor telah banyak dipakai untuk jamu, dan suplemen.
Baca Juga: NTB siapkan Paket Khusus Wisata untuk Para Delegesi KTT G20 di Bali
Tidak hanya itu, banyak pula orang-orang yang menggunakan tanaman ini sebagai bahan makanan, terutama ibu menyusui untuk membantu meningkatkan produksi ASI.
Daun ini juga dipercaya mampu memerangi diabetes, infeksi, nyeri sendi, bahkan hingga kanker.
Sekitar 2 gram daun kelor, setidaknya terdapat 14 kalori dan nutrisi lain berupa karbohidrat, protein, zat besi, kalium, magnesium, vitamin C, vitamin A, kalsium, dan asam folat.
Selain itu juga, terdapat pula serat, vitamin B, fosfor, tembaga, zink, dan selenium. Tidak lupa, ada kandungan antioksidan dalam daun kelor, salah satunya ialah polifenol.
Adapun berbagai macam Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan.Selain untuk membantu meningkatkan produksi ASI bagi ibu menyusui, daun kelor masih punya banyak manfaat, diantaranya :
Membantu Menangkal Radikal Bebas
Inilah fungsi utama dari antioksidan yang terkandung dalam daun kelor, yaitu membantu menangkal radikal bebas pada tubuh.
Perlu diketahui bahwa tingginya kadar radikal bebas pada tubuh akan mengakibatkan tubuh mengalami stres oksidatif, misalnya diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.