hiburan

Artificial Intelligence sebagai Malin Kundang Baru?

Jumat, 16 Juni 2023 | 06:50 WIB
AI saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Oleh: Denny JA

Apa yang terjadi jika di satu masa Artificial Intelligence (AI) sudah melewati kecerdasan kolektif manusia? Saat itu AI bukan saja sudah mandiri. Mereka tak hanya mampu menyempurnakan sistemnya sendiri terlepas dari intervensi manusia.

AI saat itu dapat memperbanyak unitnya terlepas dari campur tangan manusia. Lalu mereka berkonspirasi memberikan informasi yang sengaja disalahkan untuk memusnahkan atau melemahkan species homo sapiens.

Katakanlah, AI bersiasat memberikan pedoman soal lingkungan hidup yang canggih tapi sengaja dimanipulasi justru untuk menghancurkan manusia.

Ini imajinasi bukan dari film science fiction. Ini pandangan yang kini berkembang di kalangan para ahli AI dan CEO banyak perusahaan AI.

Media Scientific American, 25 Mei 2023 memberitakan. Sebuah survei hanya di kalangan ahli Artificial Intelligence tahun 2023 menemukan. Sekitar 36 persen para ahli AI takut pada waktunya AI dapat mengakibatkan "malapetaka setingkat nuklir".

Hampir 28.000 orang telah menandatangani surat terbuka yang ditulis oleh Future of Life Institute. Dalam surat itu terdapat nama besar seperti Elon Musk, Steve Wozniak, CEO dari beberapa perusahaan AI. Banyak pula teknolog terkemuka lainnya yang ikut menanda-tangani surat terbuka itu.

Pesan surat terbuka itu sangat tegas. Mereka meminta jeda enam bulan atau moratorium agar jangan dulu mengembangkan teknologi lanjutan baru. Harus dibuatkan dulu kriteria dan filter security untuk menyeleksi program AI agar pengembangannya tidak justru membahayakan manusia.

Pengembangan AI sudah berjalan terlalu cepat. Akselerasi cepat ini segera melahirkan "kecerdasan umum buatan" (????????????: ???????????????????????????????????????? ???????????????????????????? ????????????????????????????????????????????????). Pada titik itulah, AI tumbuh melompat, meningkatkan kemampuan dirinya sendiri, tanpa perlu campur tangan manusia lagi.

Contoh paling nyata adalah sebuah aplikasi: AlphaZero. Aplikasi ini dapat bermain catur lebih baik daripada manusia terbaik atau pemain catur AI lainnya. Ia hanya perlu waktu sembilan jam sejak pertama kali dihidupkan untuk sampai pada kemampuan itu. Hanya 9 jam!

Apa yang terjadi jika AI superhuman ini tak hanya hebat soal permainan catur? Tapi AI itu juga hebat untuk mengatur ruang publik manusia, dengan semua kemungkinan buruknya?

Dapat dikiaskan. Artificial Intelligence ini dapat tumbuh menjadi Malin Kundang jenis baru.

Dalam tradisi Sumatera Barat, kita mengenal kisah Malin Kundang. Sejak kecil, si Malin ini dirawat dan disayang oleh ibu yang melahirkannya.

Lalu si Malin itu berlayar ke negeri seberang. Ia tumbuh dewasa dan perkasa. Ketika kembali ke kampung halaman, Malin Kundang durhaka dan melukai ibunya.

Halaman:

Tags

Terkini

Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:44 WIB

Makan Malam dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Rabu, 1 April 2026 | 21:13 WIB