Journalnusantara.com, Jakarta - Sebelum hadirnya Tol Trans-Jawa dan peta Google Maps, terdapat sebuah perjalanan legendaris dari Batavia (Jakarta) menuju Soerabaja (Surabaya) yang dilakukan dengan mobil OPEL.
Perjalanan ini bukan sekadar road trip biasa, tetapi merupakan uji ketahanan resmi yang digelar oleh Lindeteves Stockvis, agen penjualan produk General Motors di era Hindia Belanda sekitar tahun 1935.
Mobil OPEL 4-silinder tersebut menempuh jarak lebih dari 1.100 km, tanpa boleh sembarangan mengisi bensin atau oli. Tangki dan mesin mobil disegel oleh perwakilan J.M.C. (Java Motors Club), sehingga setiap pengisian bahan bakar harus dilakukan di tempat dan waktu yang telah ditentukan, dengan pengawasan langsung oleh pejabat konsuler.
Uji ini bertujuan untuk menguji ketangguhan mobil OPEL dalam menghadapi cuaca tropis, jalanan yang belum rata, serta kondisi sosial-politik Jawa pada masa itu.
Jika saat ini produsen otomotif mengadakan uji ketahanan seperti perjalanan dari Jakarta ke Surabaya, maka uji ketahanan mobil pada tahun 1935 ini bisa dianggap sebagai nenek moyangnya.
Ini membuktikan bahwa sejak zaman kolonial, jalanan Indonesia sudah menjadi arena pembuktian performa kendaraan dan semangat penjelajahannya.