daerah

Antisipasi Karhutla, Polres Cianjur Siagakan 700 Personel

Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Petugas gabungan menyiagakan peralatan pemadam saat Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Cianjur. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR – Kepolisian Resor Cianjur memobilisasi sekitar 700 personel gabungan untuk mengantisipasi serta menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukum setempat.

Langkah krusial ini diambil menyusul peningkatan risiko kebakaran sebagai dampak dari kemarau panjang serta fenomena El Nino. Kesiapan tersebut dikukuhkan melalui Apel Gelar Pasukan Penanganan Karhutla Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Cianjur pada Selasa (11/8/2026).

Kapolres Cianjur AKBP Dr. Akhmad Alexander Yurikho Hadi menegaskan pentingnya kesiapan jajaran personel mengingat kawasan pegunungan dan hutan di Cianjur sangat luas. .

"Kami menyiagakan hampir 700 personel yang tersebar di tingkat Polres maupun Polsek jajaran," kata Kapolres. Pihaknya juga meminta bantuan Batalyon B Brimob Polda Jabar untuk mendukung perkuatan pasukan jika insiden berskala besar terjadi secara mendadak.

Kepolisian memfokuskan tindakan pada strategi preemtif dan preventif ketimbang sekadar menunggu musibah muncul. Langkah preemtif ditujukan guna menghilangkan niat masyarakat yang berpotensi memicu api, sedangkan strategi preventif digencarkan demi mencegah segala aktivitas berisiko.

"Fokus kami saat ini adalah bagaimana melakukan tindakan antisipatif, preemtif, dan preventif agar kebakaran hutan, lahan maupun kebakaran lainnya yang dipicu fenomena El Nino dapat dicegah," ujarnya.

Pencegahan karhutla membutuhkan kolaborasi terpadu karena api dapat menyebar cepat. Oleh sebab itu, Polres Cianjur menggandeng BPBD, PMI, Basarnas, TNI, hingga Kejaksaan demi memperkuat sinergitas.

Di sisi lain, pemenuhan sarana dan prasarana mitigasi terus diupayakan secara bertahap. Petugas menginisiasi pemanfaatan alat pemadam tradisional gepyok berbahan dasar rotan untuk menjangkau titik api di medan terjal.

"Karena penanganannya bersifat masif, pengadaan peralatan dilakukan secara bertahap. Kami juga menginisiasi pembuatan alat pemadam berupa gepyok yang dimodifikasi dari rotan," katanya.

Saat ini aparat mengusut penyebab kebakaran lahan yang sempat melanda kawasan Alun-alun Surya Kencana.

"Kami sedang melakukan penyelidikan terkait kebakaran di Surya Kencana untuk memastikan apakah penyebabnya murni faktor alam atau ada pihak yang harus bertanggung jawab," beber dia.

Sesuai instruksi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, jalur pendakian ditutup sementara hingga 18 Agustus 2026 untuk menekan potensi karhutla akibat aktivitas manusia.

Alexander menegaskan bahwa prinsip utama saat ini adalah menghadirkan pencegahan di lapangan.

"Untuk saat ini kami mendahului dengan pendekatan hukum hadir melalui upaya preventif dan preemtif. Tetapi apabila ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan yang mengakibatkan kebakaran, maka hukum harus tegak," tegasnya.

Tags

Terkini

Neng Eem: Perbedaan Membuat Kita Lebih Kuat

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 08:00 WIB