daerah

Antisipasi Kebakaran Gunung Gede Pangrango, Polres Cianjur Perkuat Kolaborasi Lintas Instansi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 16:51 WIB
Polres Cianjur memperkuat kesiapsiagaan dan kolaborasi inter-instansi. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR – Memasuki musim kemarau, Polres Cianjur memperkuat kesiapsiagaan dan kolaborasi inter-instansi guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Gede dan Gunung Pangrango.

Langkah ini diambil menyusul insiden kebakaran yang sempat melanda sekitar satu hektare lahan di Alun-alun Surya Kencana Barat.

Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi mengusung prinsip kerja kolaboratif mengingat terbatasnya sumber daya di tengah sulitnya medan pegunungan.

Polres Cianjur menggelar apel kesiapsiagaan yang melibatkan TNI, Pemkab Cianjur (Satpol PP), BNPB, PMI, Brimob, hingga para relawan.

Evaluasi dari penanganan sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kurang efektif akibat medan yang berat.

Sebagai solusi teknis, Polres Cianjur memodifikasi alat pemadam manual pengembangan dari metode tradisional "gepyok" yang dirancang khusus untuk memadamkan titik api di lokasi terjal.

Jika kebakaran berskala besar dan sulit diakses via darat, kepolisian membuka opsi mengajukan bantuan pemadaman udara (water bombing) menggunakan helikopter.

Selain mempersiapkan personel dan alat, Polres Cianjur berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) untuk memanfaat jaringan command center dan monitoring center.

Pemantauan titik api difasilitasi oleh armada drone berdurasi terbang tinggi guna mendeteksi asap secara real-time.

Kapolres mengimbau seluruh pihak tetap waspada mengingat cuaca terik kemarau meningkatkan risiko munculnya titik api secara mendadak.

Tags

Terkini

Neng Eem: Perbedaan Membuat Kita Lebih Kuat

Sabtu, 8 Agustus 2026 | 08:00 WIB