JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR - Markas Kepolisian Resor Cianjur dipadati ratusan warga yang mengantre sejak siang untuk menjemput kepulangan rombongan jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang JKS 24 pada Sabtu malam (27/6/2026).
Isak tangis bahagia dan pelukan hangat dari sanak saudara seketika pecah saat bus yang membawa para jemaah haji memasuki area halaman kepolisian di Jalan Terusan KH Abdullah Bin Nuh tersebut.
Kelancaran proses kepulangan ini terwujud berkat koordinasi lintas sektoral yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Cianjur, unsur TNI-Polri, perwakilan Kementerian Agama, hingga tim medis setempat.
Seluruh jajaran petugas bersinergi secara maksimal di bawah pengamanan ketat aparat kepolisian demi memastikan kenyamanan para jemaah yang baru saja menyelesaikan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, menyatakan bahwa keberhasilan pengawalan dari fase keberangkatan hingga kepulangan ini merupakan buah dari komitmen gotong royong seluruh instansi terkait.
Alexander juga menambahkan bahwa pemanfaatan markas polres sebagai pusat pelayanan haji adalah sebuah kehormatan besar bagi institusinya dalam melayani masyarakat secara humanis.
Ia menegaskan bahwa esensi utama dari kegiatan ini bukanlah persoalan lokasi penjemputan, melainkan bagaimana semua elemen mampu memberikan dedikasi pelayanan yang optimal.
Menurutnya, Kabupaten Cianjur dipandang sebagai satu keluarga besar yang saling bahu-membahu dalam menyukseskan agenda kemasyarakatan keagamaan seperti ini.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena para jemaah kembali dalam kondisi fisik yang prima.
Wahyu mengingatkan agar nilai-nilai spiritual yang diperoleh di Mekkah dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta mengimbau jemaah asal wilayah selatan untuk berhati-hati karena masih harus menempuh perjalanan darat yang cukup panjang.
Pihak otoritas daerah juga menegaskan kesiapannya untuk terus menyempurnakan fasilitas pengurusan haji pada periode mendatang.
Penyelenggaraan pelayanan ibadah ini disebut sebagai tanggung jawab mulia yang menuntut peningkatan kualitas kerja sama antar pemangku kepentingan secara berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Kementerian Haji Kabupaten Cianjur, H. Herriyanto, mengonfirmasi bahwa seluruh jemaah yang berjumlah 73 orang berhasil kembali ke tanah air tanpa ada satu pun catatan kematian.
"Angka tingkat kelangsungan hidup seratus persen ini menjadi pencapaian penting dalam evaluasi operasional haji tahun ini," tuturnya.