daerah

DPRD dan Dinkes Cianjur Perkuat Sistem Rujukan Kesehatan

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:55 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan. (FOTO: Ist)

JOURNALNUSANTARA.COM, CIANJUR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Salah satu fokus utama yang dibahas dalam pertemuan di Cianjur, Kamis (25/6/2026), adalah penguatan sistem rujukan pasien serta skema pembiayaan layanan kesehatan.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari evaluasi pelaksanaan program kesehatan daerah sekaligus upaya mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan.

Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Golkar, Zulfahmi, mengatakan pihaknya mendukung langkah-langkah perbaikan pelayanan kesehatan, khususnya yang berkaitan dengan mekanisme rujukan pasien agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

"Kami telah melakukan pembahasan bersama dan mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur terkait sistem rujukan serta skema pembiayaan pelayanan kesehatan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang saat ini dihadapi adalah tingginya jumlah pasien yang menumpuk di sejumlah rumah sakit.

"Kondisi tersebut terjadi karena masih banyak pasien yang langsung dirujuk ke rumah sakit tanpa terlebih dahulu melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I), seperti puskesmas," katanya.

Padahal, kata I Made, tidak semua kasus memerlukan penanganan di rumah sakit. Sebagian pasien masih dapat ditangani di tingkat pelayanan dasar sehingga tidak perlu langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan.

Dinkes berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan memperkuat koordinasi lintas sektor terkait sistem rujukan.

Saat ini masih ditemukan banyak pasien yang langsung dirujuk ke rumah sakit tanpa melalui proses skrining di Faskes I, sehingga berdampak pada terjadinya penumpukan pasien di rumah sakit.

Ia juga menyoroti keberadaan ambulans desa yang semakin banyak dan dinilai membantu mempercepat akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan.

Namun demikian, pemanfaatannya perlu disertai pemahaman yang baik mengenai tingkat kegawatdaruratan pasien agar proses rujukan berjalan sesuai prosedur dan kebutuhan medis.

Pasien yang masih dapat ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama sebaiknya memperoleh pelayanan terlebih dahulu di puskesmas sebelum dirujuk ke rumah sakit.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi kepadatan pasien sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan kesehatan.

Halaman:

Tags

Terkini