Di awali Kobie Mainoo yang mendapat umpan di dalam kotak 16, ia sempat mengontrol dan menguasai bola di tengah pemain Lyon yang tampak bertumpuk di depan gawang. Hanya dengan mengelabui seorang pemain belakang lawan, Mainoo melakukan tendangan plessing melengkung ciri khasnya ke arah gawang.
Kiper Lyon yang mendapat serangan tiba-tiba tersebut serta pandangan yang agak tertutup karena rapatnya pertahanan rekan-rekannya, tidak mampu berbuat banyak. Bola meluncur cantik di pojok kiri gawang. Kedudukan 4-4. Lyon berharap ada keberuntungan di pihaknya jika adu penalti karena waktu menyisakan detik-detik.
MU tidak ingin berharap pada keberuntungan adu penalti semata. Sebelum wasit meniup peluit itu artinya perjuangan belum usai. Never give up. Keep fight till the end. Itu yang dicamkan anak-anak Setan Merah. Terbukti MU tidak mengulur waktu dan tetap menyerang. Sebuah umpan terukur dari the Grazy Brazil, Casemiro, diantisipasi dengan baik oleh Maguire melalui tandukan dan dikonversi menjadi gol.
Unbelieveable. What a game. Seluruh pendukung MU pecah berteriak lebih keras dari sebelumnya. Bahkan tidak sedikit yang berurai air mata setelah jantung mereka sempat diobok-obok. Seakan tidak percaya dan di luar nalar. How come? Bagaimana mungkin?
Inilah sebuah drama yang tidak seorang pun tahu bakal terjadi. Begitupun dengan apa yang kita hadapi dalam hidup. Jangan pernah menyerah atas kegagalan. Selalu berusaha dan berjuang keras adalah kunci keberuntungan itu sendiri. MU sudah membuktikan, tidak ada yang tidak mungkin jika berusaha.