olahraga

Keberuntungan Lahir Karena Kerja Keras dan Semangat Pantang Menyerah

Rabu, 23 April 2025 | 16:49 WIB

 
Oleh: Agung Wibawanto

Hanya ada di Theatre Dream Old Trafford. Ya, sepak bola tidak sekadar nendang bola. Sepak bola bak orkestra kehidupan. Kadang di atas dan kadang di bawah. Kita bisa yakin tapi jangan lengah. Siapa yang selalu berjuang ia akan mendapatkan hasilnya.

Match perempat final Piala UEFA mempertemukan Manchester United selaku tuan rumah menjamu Olympic Lyon. Setelah pada leg pertama di Prancis hasil imbang diperoleh kedua klub (2-2). Tidak ada yang pernah menduga apa yang akan terjadi pada pertandingan tersebut.

Pendukung MU yang memenuhi stadion termasuk fans yang menonton di rumah, sempat bersorak bahagia saat turun minum dan skor 2-0 untuk tim tuan rumah. Seolah MU akan mudah memenangkan pertandingan dan melaju ke babak semi final.

Memasuki babak kedua terjadilah prahara yang mengacaukan perkiraan semula. Memainkan perasaan para fans hingga berkecamuk antara marah dan sedih. Keyakinan awal kini luntur dengan dua gol yang diciptakan Lyon untuk menutup waktu normal menjadikan skor 2-2.

Intensitas detak jantung semakin menjadi pada waktu pertambahan 2x15 menit pertama. Tim tamu bahkan sempat membuat para pendukung MU diam tak bersuara tak bersorak berganti kecemasan nan hening. Dua gol lagi tercipta membuat Lyon semakin leading 2-4 atas tuan rumah.

Rasa lelah, kecewa dan marah penonton membuat sebagian telah meninggalkan bangku stadion. Atau yang menonton dari layar tv maupun live streaming, sudah mematikan layar mereka. Mereka tidak bakal kuat melihat tim kesayangannya hancur lebur saat wasit meniup peluit panjang.

Keyakinan menang saat skor 2-0 kini berubah menjadi keyakinan kalah menanggung malu. Karena MU sebagai tuan rumah dan Lyon hanya bermain dengan 10 pemain! Waktu tinggal menyisakan 7 menit tersisa. Apa yang diharapkan? Keajaiban! Adakah keajaiban di era sepak bola modern?

Ini mirip dengan cerminan bagaimana saat kita pada awalnya berjaya, dan merasa yakin hidup akan lebih mudah. Benar, itu tercapai atas kerja keras yang kita lakukan. Tapi kita tidak hidup dalam kotak kosong, ada banyak orang yang bisa dianggap sebagai kompetitor.

Jangan pernah berpikir bahwa kompetitor hanya diam saja atas kesuksesan kita. Mereka dipastikan bangkit berjuang untuk menyamakan prestasi terlebih bisa mengungguli kita lebih hebat. Sesuatu yang diraih bukan sekadar usaha keras dari diri pribadi tapi juga bagaimana pihak di luar kita meresponnya.

Albert Einstein mengatakan bahwa 99% adalah kerja keras dan 1% adalah keberuntungan. Faktor keberuntungan tidak akan hadir begitu saja tanpa dibarengi dengan upaya yang super gila. Tidak percuma MU bermain di Theatre Dream markas mereka. Teater impian seperti melekat kepada klub MU.

Ingat peristiwa 1999 saat MU berlaga melawan Bayern Munchen pada Final Piala Champion? Anak-anak Sir Alex Ferguson masih tertinggal 0-1 hingga memasuki menit 89 (waktu normal). Tidak ada harapan. Mungkin ada tapi tipis, berharap bisa menyamakan kedudukan lalu perpanjangan waktu.

Fergie Time tidak pernah mengenal perpanjangan waktu. Ciptakan gol bahkan pada 1 menit akhir pertandingan. Itu konsepnya. Bagaimana bisa? Fergie menganggap, waktu terbaik adalah di saat lawan lengah karena merasa unggul dan sudah di menit akhir. Lawan tinggal bertahan saja.

Momentum itu yang dimanfaatkan oleh tim Fergie dan kini Ruben Amorin. Jika anak-anak Fergie bisa ciptakan 2 gol dalam 1 menit untuk memastikan gelar jawara Eropa mengalahkan Munchen, maka Bruno dkk sedikit lebih tersiksa. Satu gol diperoleh MU melalui penalti Bruno namun skor masih 3-4 untuk Lyon.

Memasuki menit 118-119, MU spartan melakukan serangan bergelombang. Para pemain tengah dirasuki rasa marah dan meyakinkan diri bahwa seharusnya mereka yang menang, bukan Lyon. Tidak tanggung-tanggung Big Harry Maguire yang berposisi sebagai bek, nekad maju ke depan membantu rekan-rekannya.

Halaman:

Tags

Terkini

Mencerna Makanan Saat Sakit

Sabtu, 4 April 2026 | 10:43 WIB

Taktik Serangan Balik Sepakbola

Jumat, 3 April 2026 | 20:38 WIB