nasional

Merekam Tanpa Izin Ebemartono, Helmy Yahya: Jaga Etika, Apalagi Cari Penghasilan di Sosial Media

Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:33 WIB
Foto : Helmy Yahya mengingatkan para kreator konten untuk mengutamakan etika saat merekam dan mengunggah konten yang melibatkan orang lain setelah mencuatnya polemik Ebemartono di GIIAS 2026. (BeritaWisata.Com/RaufNuryama)

JournalNusantara.com - Presenter sekaligus Ketua Umum Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia (AKKSI), Helmy Yahya, turut buka suara mengenai polemik konten dari konten kreator Emanuel Bryan.

Selama beberapa waktu terakhir, Emanuel Bryan menjadi sorotan usai membuat konten ‘Cara mendekati cewek’ dengan merekam diam-diam usher atau SPG di acara GIIAS 2026.

Persoalan makin memanas ketika usher tersebut keberatan dengan konten yang dihapus.

Namun, saat diminta untuk menghapus video yang diunggah di akun Instagram @ebemartono, konten kreator yang kerap dipanggil Ebem itu justru meminta uang sebagai pengganti biaya produksi.

Helmy Yahya Ingatkan soal Etika saat Merekam Seseorang

Melalui Instagram pribadinya, @helmyyahya, ia menyentil langsung Ebem agar memperhatikan soal etika.

Baca Juga: Gandeng Duta Anti Narkoba Jabar, SMK Assuyuthiyyah dan BNN Cianjur Gelar Tes Urine Pelajar

“Hai Ebe Martono, kau dengerin ya. Saya sebagai Ketua Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia ingin mengingatkan harus punya etikalah sebagai konten kreator ya,” ucap Helmy, dikutip dalam unggahan video pada Selasa, 4 Agustus 2026.

“Merekam-merekam orang, apalagi sempat wawancara, enggak boleh menaikkan tanpa izin. Enggak boleh, ini masalah etika,” lanjutnya.

Tindakan yang dilakukan oleh Ebem tersebut, menurut Helmy telah membuat malu, terlebih saat meminta uang untuk menghapus konten terkait.

“Bikin malu pula ketika minta takedown, malah minta bayaran. Sebenarnya, kau merekam orang tanpa izin aja, apalagi wawancara dan cewek itu minta di-takedown, tolong lah ya, kita sebagai kreator konten harus punya etika juga,” imbuhnya.

“Mari kita jaga iklim media sosial kita menjadi iklim yang menyenangkan, saling menghormati, dan jangan merugikan orang lain,” sambungnya.

Baca Juga: Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dorong Percepatan Peluncuran Panduan Generative AI Berbasis Etika Akademik dan Nilai

Belajar dari Reality Show yang Pernah Dibuat

Halaman:

Tags

Terkini

Menko PM dan LPS Edukasi Keuangan Santri di Cianjur

Selasa, 4 Agustus 2026 | 17:46 WIB