Marilah kita bertanya
dalam bahasa yang paling sederhana:
untuk apa menumbuhkan benci,
hanya karena tidak menyukai
Apakah dengan membenci
menjadikan kita lebih tinggi,
atau justru merendahkan diri sendiri
tanpa pernah kita sadari
sehingga pikiran pun terbiasa
menyalakan api di dada,
mengira sebuah kehangatan,
padahal bara yang membinasakan
jika kebencian menjadi rutinitas,
laksana tegukan minuman keras
perlahan semakin kecanduan
pada pahit yang diciptakan
saat kesendirian datang menyapa,
cobalah merenungkannya
apakah hati masih merdeka,
ketika dipenuhi oleh prasangka
sebelum segalanya terlambat,
sebelum benci kian berkarat,
belajarlah, setapak demi setapak,
menyembuhkan hati yang mulai retak
Malang, 1 Mei 2026
Salam sehat,
M. Sinal