Stasiun Bekasi Timur meradang
doa pun terputus di perjalanan
enam belas jiwa harus pulang
tanpa sempat berpamitan
kita, yang hanya melihat dari kejauhan
terdiam dalam tanya penuh keprihatinan
rel yang seharusnya menuntun kepulangan
tanpa diduga mengantar pada kehilangan
semua itu sekadar kelalaian
ataukah sistem yang diabaikan
seakan waktu lebih berharga dari keselamatan
hingga kehati-hatian dikalahkan oleh kecepatan
rel-rel itu seperti berbisik
meminta untuk lebih didengar
agar pelayanan dirawat dengan baik
serta dijaga dengan cara yang benar
sebab di setiap tiket yang dibeli
ada kepercayaan yang dititipkan
di sepanjang perjalanan yang dilalui
ada harapan demi keselamatan
semoga dari luka ini lahir kesadaran
dari duka ini tumbuh keberanian
untuk membenahi dan memastikan
bahwa pelayanan benar-benar diperhatikan
Malang, 30 April 2026
Salam sehat,
M. Sinal