Pikiran, dengan segala kecerdasannya
sering kali kurang bisa menerima
mengumpulkan dalih sebagai pembenar
agar terlihat selalu benar
menumpuk kebenaran semu
yang dirinya sendiri sudah tahu
sibuk meninggikan dirinya
demi pengakuan semata
memaknai realita kehidupan
sekadar panggung untuk dipertontonkan
bukan ladang untuk ditanami
buat bekal perjalanan hidup ini
gemerlap dunia memang penting
tapi hati jangan sampai kering
karena perjalanan masih jauh
ribuan jarak yang harus kita tempuh
dari dunia menuju asal
dari fana menuju kekal
yang berjalan bukan kaki
tapi jiwa yang kembali
Jalaludi Rumi pernah mengingatkan
kehidupan, kerinduan yang sedang berjalan
sebagai ujian cinta dan kesadaran
setiap getar rindu, adalah panggilan pulang
seperti burung yang akan kembali ke sarang
maka melepaskan keakuan
sebuah keniscayaan
agar timbul kesadaran
bahwa segalanya hanyalah titipan
Malang, 30 Januari 2026
Salam sehat,
M. Sinal