Begitu mudah lisan ini mencela
sesuatu yang tampak pada orang lain
dengan bangga menepuk dada
tanpa disadari bahwa mereka adalah cermin
Dengan khidmat menghakimi
fasih menghitung keburukan orang lain
padahal sejatinya keburukan dirinya sediri
yang tampak pada wajah orang lain
Semakin berteriak tentang keburukan orang lain
semakin tampak adanya penyakit batin
dengan pengakuan yang tidak sengaja
lewat ucapan dan tindakan yang dilakukannya
Ibarat autobiografi singkat
yang ditulis dengan tinta kebencian
tidak pernah membawa manfaat
kecuali hanya menambah kemarahan
Yang terlihat bengkok
barangkali bukan cerminnya
melainkan lupa untuk menengok
saat berdiri di hadapannya
Mengutuk kebohongan
tapi menutupi kebenaran
mengecam ketidakadilan
tapi menggenggam kepentingan
Malang, 18 Januari 2026
Salam sehat,
M. Sinal