(Mengenang kepergian Abu Rayhan al-Biruni)
Ia menolak prasangka
menahan ego kultural
memahami peradaban yang ada
tidak terjebak pada kebenaran tunggal
pemikirannya yang jernih
dan pencariannya yang gigih
di berbagai disiplin ilmu pengetahuan
telah banyak memberi kemanfaatan
bagi dunia dan kemanusiaan
Ia melintasi astronomi
geografi hingga antropologi
jauh sebelum lintas disiplin dijumpai
dan lintas bidang ilmu saling menerangi
Bukan hanya kecerdasannya
tetapi sikap dan etikanya juga terkenal
bahwa kecerdasan tanpa etika
akan mengotori kejernihan akal
Dari tangannya
ilmu menjadi cahaya
dari sikapnya
pengetahuan menjadi jalan manusia
di sanalah warisan terbesarnya
bahwa dunia tidak hanya butuh orang pintar
tetapi yang dapat menggunakan ilmunya
di jalan yang baik dan benar
Malang, 13 Desember 2025
Salam sehat,
M. Sinal
Catatan: Al-Biruni adalah sosok ilmuwan multidisipliner sejati, jauh sebelum istilah itu dikenal. Ia menguasai dan memberi sumbangan besar dalam berbagai bidang ilmu. Lahir pada 973 M di wilayah Khwarezm (Uzbekistan), dan wafat pada 13 Desember 1048 M.