Balas jasa tampak menjelma
seperti hak istimewa
yang harus diterima
oleh orang yang selalu memujinya
Bukan sebuah penghargaan
yang pantas diperjuangkan
tapi seperti barang dagangan
yang dapat diperjualbelikan
Akibatnya kebijaksanaan
bisa ditukar dengan pujian
oleh barisan yang tepuk tangan
dan duduknya paling depan
Sehingga balas jasa selalu lahir
Serta hanya benar-benar hadir
Kepada mereka yang pandai menjilat
bukan mereka yang meninggalkan manfaat
Ironisnya, tuntutan itu sering datang
dari barisan yang bersuara lantang
dari para loyalis buta
demi kepentingan pribadinya
Balas jasa sepanjang hayat
Seolah menjadi pilihan yang tepat
yang penting ada alasan
sebagai dasar pembenaran
Malang, 9 Desember 2025
Salam sehat,
M. Sinal