(Belajar dari kearifan Antonio Gramsci)
Penjajah sudah lama pulang
Namun, berganti kepala wayang
Hadir dalam bentuk yang memikat
Seolah-olah lebih bermartabat
Mata air yang dulu jernih
Kini seperti sumur beracun
Dengan suara lantang mereka berdalih
Bahwa semua ini warisan turun temurun
Dari rahim penjajahan baru
Lahir jiwa-jiwa yang terbelenggu
Seperti pelangi di musim kemarau
Tapi hati dan pikirannya risau
Tumbuh jiwa-jiwa yang rela dikendalikan
Dalam benak maupun tindakan
Sebagian menjadi peniru setia
Yang lain menjadi penurut tuannya
Selama menguntungkan dirinya
Dianggap sesuatu yang wajar
Apalagi menyelamatkan kelompoknya
Dianggap sesuatu yang benar
Yudi Latif berpetuah:
Kita mesti terus belajar menjadi merdeka
Keberanian menyalakan obor dalam diri
Meski dunia terkadang tak mau peduli
Malang, 5 Agustus 2025
Salam sehat,
M. Sinal