Dalam terang kebahagiaan
Wajah-wajah senyum menghampiri
Tangan-tangan hangat berangkulan
Seperti bunga di musim semi
Semua tampak merapat
Semua terasa dekat
Namun ketika terang tiada
Tiba-tiba pergi entah ke mana
Seperti lingkaran mulai menyusut
Seperti laut yang sedang surut
Satu per satu beranjak pergi
Ketika bukan siapa-siapa lagi
Satu per satu melupakan janji
Saat cahaya tak lagi berarti
Satu per satu menghapus kenangan
Saat keberadaan tinggal bayangan
Begitulah realita kehidupan
Gelap bukan hanya ujian
Tapi cermin yang memantulkan
Betapa berharganya nilai kesetiaan
Semua tak hanya dihadiahi bahagia
Tapi akan diuji oleh derita
Tetapi teman yang setia
Tak hanya hadir di halaman pertama
Tapi ikut menulis pada bab berikutnya
Malang, 4 Agustus 2025
Salam sehat,
M. Sinal