Ramadan adalah bukti cinta Allah kepada hamba-Nya. Ia adalah bulan yang mengajarkan manusia untuk lebih banyak bersyukur. Lebih banyak berbagi, dan lebih banyak mengasihi.
Dalam kesunyian malam, ketika seorang hamba berbisik dalam doa, merasakan betapa dekat ia dengan Tuhannya. Betapa luas rahmat dan ampunan-Nya. Betapa indah ketenangan dalam keimanan yang diselimuti oleh kasih sayang-Nya.
Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika Ramadan disambut dengan hati yang penuh cinta dan rindu. Hari-harinya diisi dengan ibadah yang tulus. Dengan amal yang ikhlas, dan doa yang mengalir dari kedalaman hati.
Ramadan bukan sekadar bulan yang datang dan pergi. Ia adalah cahaya yang menuntun kita menuju jalan yang lebih terang. Lebih damai, dengan cinta dan kasih sayang Tuhan yang tak kunjung usai.
Di bulan yang penuh rahmat ini, kita diajak untuk kembali kepada hakikat keberadaan kita. Kita diajak untuk kembali kepada fitrah. Sebagai hamba yang selalu rindu akan cinta dan rahmat Tuhan yang tiada tara.
Semoga Ramadan ini menjadi jalan bagi kita untuk lebih mengenal cinta dan kasih sayang. Menjadikan kita insan yang lebih baik, lebih lembut hatinya, dan lebih luas cintanya kepada sesama. Sebab di dalam Ramadan, ada keindahan yang hanya dapat dirasakan oleh mereka yang membuka hati dan menyambutnya dengan penuh ketulusan.
*Penulis adalah Corporate Legal Colsultant, ahli bahasa hukum, founder Pena Hukum Nusantara (PHN), dan dosen Polinema.