Keadilan kini menjelma ilusi
Mengapung di lazuardi
Terbang dan melayang jauh
Meninggalkan hati yang nyaris rapuh
Semua berharap ia berdiri tegak
Di atas singgasana kebenaran
Namun keberanian menolak berkata tidak
Terbungkus oleh kabut kepentingan
Ia tak lagi menjadi milik semua
Melainkan menjadi hak istimewa
Diperjualbelikan dalam ruang-ruang senyap
Sehingga tak hadir sebagai cahaya dalam gelap
Di lorong-lorong sempit kota
Tangis anak negeri menggema
Bukan lapar yang tak kunjung reda
Melainkan ia tahu harapannya hanya sia-sia
Keadilan tak ubahnya permainan catur
Rakyat kecil hanya layak untuk dikubur
Demi menyelamatkan mereka dan kroninya
Agar duduk nyaman di atas singgasana
Semoga keadilan masih bisa kembali
Di tangan para pejuang hati nurani
Menjadi bahasa universal
Menghiasi pikiran dan akal
Malang, 8 Januari 2025
Salam sehat,
M. Sinal