life-style

Mengenal Hidayah dan Tingkatannya

Minggu, 25 Agustus 2024 | 05:44 WIB
ilustrasi hidayah. (istimewa)

Allah menyebutkan: “sungguh kami telah persiapkan jahannam untuk banyak jin dan manusia. Mereka memilki hati tapi tidak memahami dengannya, memilki mata tapi tidak melihat dengannya, dan memilki telinga tapi tidak mendengar dengannya”. Maka mereka itu seperti binatang bahkan lebih sesat (dati binatang)

Dalam kenyataan hidup manusia petunjuk melalui penciptaan (hidayatul khalq) ini selalu menggelitik. Kesadaran yang akan tetap ada dan tak akan tergantikan (laa tabdiil). Sehingga kalaupun karena keangkuhan dan dorongan hawa nafsunya manusia menyalahinya (melanggar) seolah biasa saja. Namun petunjuk penciptaan (hati nurani) itu akan menggelitiknya. Sehingga kesalahan atau pelanggaran (dosa-dosa) yang dia lakukan itu akan menghantuinya.

Orang yang melakukan dosa-dosa, bahkan tanpa diketahui oleh siapapun, akan tetap merasakan beban berat dari perbuatan dosa itu. Perasaan bersalah (guilt) akan menghantuinya karena ada kejujuran batin yang diingkari akibat hawa nafsu dan keangkuhan tadi. Sehingga bagaimana pun dan dengan cara apapun menyembunyikan kesalahan itu dia akan merasa terkejar-kejar.

Pencuri dan penipu bahkan tanpa diketahui oleh siapapun dalam aksinya akan merasa dikejar-kejar dan takkan pernah tenang dalam hidupnya. Kesalahan dan doa itu menjadi beban berat yang menjadikannya kehilangan ketenangan batin dalam hidupnya.

Inilah yang digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya: “dosa itu adalah apa yang terasa di dadamu dan engkau takut jika manusia mengetahuinya”.

Ini pulalah dasarnya sehingga Rasulullah pernah mengingatkan umatnya: “istafti qalbaka” (tanya hati nuranimu). Beliau mengingatkan bahwa anda bisa menipu dan membohongi banyak orang. Tapi satu hal yang paling pasti yang anda harus sadari “jangan membohongi diri sendiri”. Hati nurani tidak akan bisa didustai!

Kedua, (Bersambung….).

NYC Subway, 23 September 2024

* Presiden Nusantara Foundation

Halaman:

Tags

Terkini

Mutiara Pagi: Nilai Persahabatan (Bagian 2275)

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:57 WIB

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB