JournalNusantara.com - Konsumsi rokok dapat merugikan kesehatan seseorang, baik perokok itu sendiri maupun perokok pasif.
Baca Juga: Tips Sehat Selama Musim Hujan, Cek Disini
Seperti dilansir sehatnegeriku.kemkes.go.id yang dikutip Senin, (31/10/2023), merokok merupakan penyebab utama penyakit tidak menular seperti penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi, kanker, penyakit paru menahun, gangguan janin, gangguan pernapasan (PPOK, dan asma), impotensi, dan kesuburan.
Baca Juga: Waduh, 9 Risiko Mengonsumsi Makanan Cepat Saji secara Berlebihan
Akibatnya, bukan hanya pengeluaran biaya yang mahal untuk pengobatan, tetapi juga hilangnya waktu produktivitas sebagai masyarakat produktif.
Perlu diketahui, di dalam sebatang rokok terkandung 4 ribu jenis senyawa kimia, seperti nikotin yang menyebabkan kecanduan. Dari 4 ribu itu terdapat 400 jenis zat beracun, diantaranya racun serangga, racun tikus, kapur barus, pembersih lantai, gas beracun, dan zat pengawet mayat, serta 43 zat beracun yang menyebabkan kanker seperti tar atau aspal.
Baca Juga: Perjanjian Yang Dibuat Dengan Tekanan Melanggar Pasal 1320 KUHPerdata dan Dapat DIbatalkan
Data WHO pada 2011, di seluruh dunia kematian akibat rokok lebih dari 5 juta pertahun. (setiap 6 detik terjadi 1 kematian akibat rokok). Setiap 10 kematian, 2 di antaranya akibat rokok. Secara umum, perokok 10 tahun lebih dini meninggal dibandingkan yang bukan perokok.
Selain itu, data terbaru dari siaran pers yang dipublikasi who.int pada Selasa (10/1/2017), secara global ada 1,1 miliar perokok tembakau berusia 15 atau lebih tua, dengan sekitar 80% hidup di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan sekitar 226 juta perokok hidup dalam kemiskinan.***
Sumber : sehatnegeriku.kemkes.go.id