3. Gangguan pencernaan
Sebagian besar makanan cepat saji mengandung sedikit, bahkan tanpa serat. Tidak terpenuhinya kebutuhan serat dalam tubuh dapat memicu terjadinya gangguan pencernaan, misalnya sembelit.
Kandungan garam yang tinggi di dalam makanan cepat saji juga dapat membuat perut terasa kembung atau begah setelah makan.
4. Gangguan fungsi otak
Sebuah studi mengungkapkan bahwa makanan cepat saji mengandung zat yang dapat memengaruhi perkembangan saraf selama masa remaja, sehingga menghambat proses belajar dan menerima materi.
Penelitian lain juga menyebutkan bahwa kandungan kalori yang tinggi pada makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko terjadinya demensia pada orang lanjut usia, terutama bila dikonsumsi secara berlebihan.
Baca Juga: Suranto Diharapkan Maju Kembali Dalam Pilkada Cianjur 2024
5. Diabetes
Konsumsi makanan cepat saji dipercaya dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Jenis makanan ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yang akan dilepaskan menjadi glukosa ke dalam darah. Akibatnya, kadar gula dalam darah akan meningkat.
Bila dikonsumsi dalam jangka panjang, hal ini dapat mengganggu kerja hormon insulin dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes.
6. Penyakit jantung
Penyebab utama penyakit jantung dan stroke adalah konsumsi makanan tinggi kolesterol. Makanan cepat saji merupakan salah satu sumber lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Selain itu, makanan cepat saji memiliki kandungan garam yang melebihi batas konsumsi harian Anda, sehingga dapat meningkatkan tekanan darah dan beban kerja jantung.
7. Gangguan pernapasan