hiburan

Indonesia Tidak Rayakan Pesta Halloween, Ini Dia Alasannya

Kamis, 3 November 2022 | 23:49 WIB
Potret Perayaan Hallowen di Arab Saudi Sumber foto: Reuters (@reuters) • Instagram photos and videos

JournalNusantara.com - Sebagian orang pasti mengetahui perayaan Halloween yang identik dengan penggunaan aneka kostum menyeramkan. Namun di Indonesia sendiri Halloween ini ini tidak terlalu populer. Lalu, kenapa Indonesia tidak merayakan Halloween? Ini alasannya.

Alasan Kenapa Indonesia Tidak Merayakan Halloween

  1. Hanya Pesta Pora

Perayaan ini sebenarnya hanya untuk berpesta pora namun dengan menggunakan kostum-kostum unik dan menyeramkan. Jadi, daripada membeli kostum menyeramkan atau menggunakan labu untuk dihias, lebih baik dipakai beli lauk-pauk.

Selain itu, jika dilihat dari sisi relevansinya, acara keliling rumah tetangga untuk mencari permen sudah ada gantinya. Di Indonesia, penggantinya tersebut dikenal dengan tradisi salam-salaman ketika hari raya.

Anak-anak juga akan bisa sama-sama mendapatkan permen. Ditambah lagi dengan aneka kue, ketupat, bahkan angpao. Oleh karena itu, kegiatan Halloween di Indonesia kurang cocok untuk diterapkan.

  1. Dirayakan Oleh Kalangan Tertentu

Sebenarnya di Indonesia ada juga kalangan tertentu yang merayakan Halloween. Namun tidak semeriah di luar negeri yang diikuti oleh semua orang. Di Indonesia hanya pada kalangan tertentu saja, misalnya untuk tema fashion, konsep mall, dan lainnya.

Jadi, hanya untuk bersenang-senang semata khususnya di kalangan atas. Sedangkan, untuk kalangan masyarakat biasa yang tidak ada tujuan melakukan perayaan ini, maka tidak akan diterapkan.

Hal itu karena dianggap tidak bermanfaat dan hanya menghambur-hamburkan uang. Lebih baik dipakai untuk hal-hal yang jelas tujuannya, seperti kebutuhan sehari-hari.

  1. Islam Melarang Perayaan Halloween

Konsep Halloween berawal dari budaya Paganisme yang merupakan kepercayaan penduduk kepulauan Britania Raya yaitu dengan menyembah berhala. Perayaan ini umumnya dilakukan oleh masyarakat Irlandia yang berkebangsaan Cetlic.

Pada awalnya, tradisi ini dirayakan pada malam Samhain. Pada malam itu orang-orang yang percaya kekuatan gaib akan berkumpul dan mengunjungi manusia. Dalam kalender Masehi, malam Samhain ada pada tanggal 31 Oktober.

Selain itu, kaum Pagan juga memberikan persembahan yaitu berupa hewan dan tanaman untuk menyenangkan para dewa. Hal itu diyakini dapat terhindar dari kekuatan gaib yang menyeramkan.

Hingga akhirnya tradisi penyembahan ini dikenal dengan istilah Halloween. Orang-orang Irlandia yang pindah ke Amerika pun membawa serta tradisi tersebut sampai populer seperti sekarang.

Dari sejarahnya tersebutlah Islam melarang Ummat nya untuk ikut-ikutan merayakan, karena sudah jelas identik dengan orang-orang kafir. Lalu, kenapa Indonesia tidak merayakan Halloween?  Tentu karena mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam. *** (Adinda Indah Nur Utami)

Sumber : HarianHaluan.com

Tags

Terkini

Seni Membangun Kepercayaan Diri di Atas Panggung

Selasa, 2 Juni 2026 | 07:44 WIB