Journalnusantara.com - Portugis abad ke-16 dan catatan juru tulis wakil raja (viceroy) Portugis.
Ia mengatakan catatan itu memberikan informasi penting bahwa hubungan pedagang antara Portugis dengan Banten sangat erat dibandingkan politik manapun.
Terutama pada masa periode kepemimpinan Sultan Maulana Hasanuddin (1546-1570 M).
Orang Portugis ramai tinggal di Banten. Mereka membangun benteng untuk tempat tinggal mereka dan bahkan mengelola perkebunan lada di wilayah kesultanan Banten
Kebijakan politik ekonomi Banten semakin kuat pasca kematian pengeran Sultan Demak III.
Kebijakan politik ekonomi luar negerinya semakin independen pasca terlepasnya status Banten sebagai vassal Demak, pada momentum kematian Pangeran Trenggana (Sultan Demak III) pada tahun 1546.
Pada momentum tersebut Hasanuddin dilantik sebagai raja Banten yang terus meningkatkan postur ekonomi dan pertahanan Banten dengan terus menjaga kebijakan politik kooperatif terhadap Portugis.
Sebuah entitas politik, militer ekonomi superpower baru yang menguasai perdagangan di Samudera Hindia dan Asia Tenggara,