Keberhasilan pabrik es balok tersebut, membuat Kwa Wan Hong dijuluki sebagai “Raja Es”.
Sampai akhirnya pada tahun 1910, Kwa Wan Hong membesarkan pabriknya dengan mendirikan pabrik limun dan tiga cabang pabrik es lainnya di kota Semarang, Tegal dan Pekalongan.
Tidak berhenti sampai di sana, karena peminat es semakin banyak, Kwa Wan Hong membangun 2 cabang pabrik di Surabaya pada tahun 1924 dan 1926.
Kwa Wan Hong kemudian hijrah ke Batavia dan membangun pabrik es di Jatinegara juga beberapa tempat lainnya, tentu dengan peralatan pesanan dari luar.
Hingga sekarang banyak dibeberapa daerah bekas pabrik es menjadi nama sebutan daerahnya.