Di samping itu, dr Elda juga diketahui pernah memperoleh penghargaan ACPM 2025, sebagaimana ditampilkan dalam unggahan akun @internaugm.
"Selamat dan sukses kepada dr Elda Putri Rahardini sebagai Best Systematic Review pada ajang The 20th Congress of Asian College of Psychosomatic Medicine (ACPM) 2025," tulis postingan tersebut.
Kendati demikian, sebagian publik lantas menilai hal tersebut menjadi ironi bagi sosok dokter yang memperoleh pendanaan negara, namun dinilai tidak etis dalam berkomunikasi di hadapan pasien.
Akhirnya Minta Maaf Secara Terbuka
Dalam kesempatan berbeda, dr Elda menyampaikan permohonan maaf secara terbuka usai viral kontroversi tersebut.
"Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga almarhum, teman-teman, dan masyarakat luas," tulis dr Elda dalam pernyataannya, pada Rabu, 5 Agustus 2026.
dr Elda lantas menyesali tindakannya tidak mencerminkan sumpah profesi kedokteran maupun moral dan etika yang seharusnya dijunjung tinggi.
Pada pernyataannya, sosok dokter perundung pasien BPJS itu juga mengakui dirinya sebagai jebolan penerima LPDP.
"Sebagai dokter dan tenaga kesehatan, saya seharusnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, bagi sebagai individu, alumni institusi pendidikan, maupun penerima beasiswa LPDP," tandasnya.***