life-style

Maya Kurnia Indri Sari, Membanggakan Indonesia Melalui Volly

Rabu, 11 Januari 2023 | 10:42 WIB
Maya Kurnia Indri Sari

"Kalau kamu sudah usaha dan kamu memang mau melawan stigma orang-orang bahwa setelah operasi itu gak bisa kembali lagi ke lapangan, apa pun itu pasti ada jalannya kok. Akhirnya kembali ke diri aku, aku tuh maunya gimana sih. Bagi aku, lebih susah melepaskan volly daripada menjadi juara. Kalo kamu berkeinginan menjadi juara, kamu cukup latihan yang terbaik. Tapi kalau aku mau berhenti volly nih, itu hal yang sangat susah menurutku," tambah Maya.

4. Menjadi atlet itu bagi Maya harus beyond the limit

Setelah Maya operasi, ia melakukan latihan ekstra. Kemudian pada tahun 2017, Maya berhasil main perdana setelah cedera dengan kejuaraan PLN. Kemudian di tahun 2018 ia main kembali di liga BNI. Maya sudah pernah ke tiga dokter. Dokter yang pertama mengatakan bahwa agak susah apabila yang terkena cedera tulang rawan, dan kalaupun kembali tidak akan maksimal. Namun dokter yang lain mengatakan bahwa kasus ini masih bisa diakali dengan menguatkan otot paha.

"Setelah operasi, kata dokter harus nunggu dua bulan. Tapi ternyata aku baru dua minggu sudah bisa jalan. Aku merasa jadi atlet itu harus beyond the limit, kita gak bisa seperti orang biasa. Kita harus memaksa diri melampaui batas kemampuan. Kalau kita sakit ya harus kita lawan sakitnya, agar terbiasa dengan rasa sakit itu. Sebelum dua bulan aku sudah mulai bisa lepas tongkat, aku lari, aku lompat. Walaupun jahitan aku belum kering, aku sudah latihan seperti biasa," terang Maya.

Proses recovery Maya terbilang cepat, dia pikir semuanya ada di kepala. "Semua itu ada di pikiran kita. Selama kita bilang sakit, kita sakit. Tapi selama kita bilang ini sakitnya gak terlalu dan masih bisa sembuh pasti kita bisa," imbuh Maya yang merupakan lulusan Ekonomi Universitas Yos Soedarso ini.

5. Hebatnya Maya sekarang bukan hanya berprofesi sebagai atlet profesional, melainkan juga karyawan di salah satu Bank

Bagi Maya menjadi perempuan itu harus cerdas, independen, dan harus saling support ke dalam segala hal. "Perempuan itu seharusnya bisa terbuka pikirannya dan mau sharing dalam banyak hal. Perempuan hebat itu harus bisa memosisikan dirinya sebagai perempuan, boleh ada sisi femininnya tapi juga bisa independen, bisa seimbang dalam segala hal," imbuh Maya.

Bagi Maya, setiap orang itu harus berani mengejar mimpi. "Kita selalu punya hak untuk memperjuangkan mimpi kita. Jangan pernah mengecilkan diri saat ada orang ngomong 'jangan kegedean mimpinya', tidak ada batasan untuk bermimpi," pungkas Maya.

Berikut tadi kisah inspiratif dari Maya saat berhasil bangkit lagi setelah cedera. Maya sekarang masih aktif sebagai atlet volly, bahkan punya proyek lain bersama atlet di cabang olahraga lain.

Selain itu, Maya sudah empat tahun ini juga bekerja sebagai karyawan di Bank Jatim. Semoga cerita Maya di atas bisa memotivasi kita untuk lebih semangat berkarya ya!

Halaman:

Tags

Terkini

Mutiara Pagi: Nilai Persahabatan (Bagian 2275)

Minggu, 19 Juli 2026 | 06:57 WIB

Mutiara Pagi: Kembali pada Diri (Bagian 2274)

Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:20 WIB

Mutiara Pagi: Sembunyikan (Bagian 2273)

Jumat, 17 Juli 2026 | 05:47 WIB

Mutiara Pagi: Ketenangan Batin (Bagian 2272)

Kamis, 16 Juli 2026 | 06:03 WIB

Mutiara Pagi: Berikan Sebagian (Bagian 2270)

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:32 WIB

Mutiara Pagi: Simpan Sebagian (Bagian 2269)

Senin, 13 Juli 2026 | 11:27 WIB

Mutiara Pagi: Perbedaan (Bagian 2268)

Minggu, 12 Juli 2026 | 06:58 WIB

Mutiara Pagi: Doa Saudara (Bagian 2266)

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:37 WIB

Mutiara Pagi: Teruslah Belajar (Bagian 2263)

Selasa, 7 Juli 2026 | 07:44 WIB

Mutiara Pagi: Cahaya Ilmu (Bagian 2261)

Minggu, 5 Juli 2026 | 09:18 WIB

Mutiara Pagi: Hidup adalah Puisi (Bagian 2260)

Sabtu, 4 Juli 2026 | 12:19 WIB

Mutiara Pagi: Kedamaian (Bagian 2259)

Jumat, 3 Juli 2026 | 07:13 WIB

Mutiara Pagi: Kebaikan (Bagian 2258)

Kamis, 2 Juli 2026 | 07:35 WIB