(Senandung cinta Hassan bin Tsabit* )
di hadapan kesempurnaan
bahasa menjadi tidak berdaya
ketika sepasang mata menyaksikan
sosok manusia yang sungguh luar biasa
potret manusia paripurna
tak lahir di bumi dua kali
melampaui pandangan mata
tak satu pun mampu menandingi
gambaran manusia ideal
teladan standar spiritual
bukan hanya sekadar pengakuan
melainkan sebuah kesempurnaan
Hassan bin Tsabit bersenandung
tentang figur manusia agung:
"Wa aḥsanu minka lam tara qaṭṭu ‘aini
Wa ajmalu minka lam talidinnisa’u":
tidak pernah mataku menyaksikan
seseorang yang lebih indah darimu
dan tidak pernah wanita melahirkan
seseorang yang lebih tampan darimu
"Khuliqta mubarra’an min kulli ‘aibin
Ka’annaka qad khuliqta kama tasya’u":
Engkau diciptakan
bersih dari segala kekurangan
seakan-akan engkau diciptakan
sebagaimana yang engkau inginkan
Dialah manusia pilihan
terjaga dari cela dan dosa
bukan hanya sekadar diciptakan
melainkan rahmat bagi alam semesta
Malang, 28 Mei 2026
Salam sehat,
M. Sinal
*Catatan: Hasan bin Tsabit adalah sahabat Nabi yang dikenal karena kepiawaiannya dalam bersyair, sehingga dijuluki “Penyair Rasulullah”.