mereka berbicara keras
tetapi tidak saling mendengar
sehingga semakin tak jelas
mana "salah" dan mana "benar"
karena kebenaran tak lagi dicari
tetapi sudah merasa dimiliki
dialog berubah menjadi debat
saling caci maki tak ada manfaat
ketika berbicara atas nama bangsa
hanya menjadi kumpulan suara
kehilangan gema kebersamaan
yang ada hanyalah kepentingan
ruang publik selalu riuh
namun menjadi cermin yang rapuh
kata-kata kehilangan makna
terkikis oleh ego semata
yang kuat menelan yang lemah
yang bising mengalahkan yang resah
keadilan menjadi dagangan
ditarik-tarik seperti mainan
nurani mulai lelah
langkah pun kehilangan arah
kebenaran kian tersisih
oleh kepentingan yang mereka pilih
Malang, 8 Mei 2026
Salam sehat,
M. Sinal