Setiap tahun, manusia lahir kembali
bukan dari rahim, melainkan dari ingata
mengajarkan kita untuk merenungi
betapa besar kasih sayang yang ibu berikan
membuka ruang hati
agar cinta selalu diperingati
dengan tawa yang kembali jujur
meski waktu tak pernah berjalan mundur
Sejenak, bukan hanya sejenak
cinta ibu memberi keabadian
sehingga cinta itu memang layak
jika setiap saat kita rayakan
Ibu,
“Bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh”
begitulah D. Zawawi Imron berpetuah
dengan untaian kata yang sangat indah
Ada semangat baru
membuat kita lebih manusia
dengan mengenang ketulusan ibu
pada senyumnya yang tinggal di dada
Mengganti lelah dengan sabar
setiap saat tak pernah ketukar
pada hari-hari yang tak selalu mudah
tapi tak ada alasan untuk menyerah
Setiap tahun, manusia lahir kembali
bukan dari rahim, melainkan dari ingatan
agar dari waktu ke waktu selalu merenungi
pengorbanan yang telah ayah-ibu berikan
Malang, 5 Februari 2026
Salam sehat,
M. Sinal